Kemarin tiba-tiba kepikiran kenapa seseorang harus menikah? Karena eh karena ada temen di kantor yang bilang maunya hamil aja, truz punya anak, ga perlu pake nikah. Weeew, mank bisa?? :mikirkeras:
Apa bener ya, cewe-cewe di jaman edan modern ini karena sudah saking mandirinya a.k.a bisa apa-apa sendiri jadi terkesan egois dan tidak butuh yang namanya laki-laki??
Langsung dong gue lari ke om gugel, searching artikel yang kasi kita alasan kenapa kita harus menikah. Ini nih yang gue dapet. Bagus dech niy artikal, alasan ini dari perspektif Islam. Nah, monggo disimak para calon pembina rumah tangga :
1. Menikah itu untuk melengkapi agama
"Barang siapa menikah, maka ia telah melengkapi separuh dari agamanya. Dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dalam memelihara yang separuhnya lagi.
(HR. Thabrani dan Hakim).
Dari Hadist tersebut jelas kan ya, ibaratnya sebelum kita nikah itu agamanya masih separuh. Nah, pas kita nikah Insyaallah itu bisa jadi pelengkap agama kita. Siapa coba yang ga mau agamanya lengkap??
2. Menjaga kehormatan diri
"Wahai para pemuda! Barang siapa diantara kalian berkemampuan untuk nikah, maka nikahlah, karena nikah itu lebih mudah menundukkan pandangan dan lebih membentengi farji (kemaluan). Dan barang siapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia puasa, karena puasa itu dapat membentengi dirinya. (HSR. Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasaiy, Darimi, Ibnu Jarud dan Baihaqi).
Hayooo...ngaku?? Mank cewe-cewe pada tahan liat cowo berdada bidang, cakep, kharismatik kaya David Beckham lewat depannya. Truz, cowo-cowo tahan ga liat Angelina Jolie, pake tube dress lewat melambai-lambai truz ninggalin wangi parfum yang mmmm...mantaaaf...Pada tahan ga kira?? Mank pada mau nunduk? Yang ada melotot liat mereka lewat depan kita?? Zina mata lagi, zina mata lagi...mending married kan klo gitu. Bisa liatin istri/suami terus kapanpun mau...hahaaay
3. Senda guraunya suami-istri bukanlah perbuatan sia-sia
"Segala sesuatu yang di dalamnya tidak mengandung dzikrullah merupakan perbuatan sia-sia, senda gurau, dan permainan, kecuali empat (perkara), yaitu senda gurau suami dengan istrinya, melatih kuda, berlatih memanah, dan mengajarkan renang." (Buku Adab Az Zifaf Al Albani hal 245; Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah no. 309).
Tuh, bener kan..bercanda aja bukan perbuatan sia-sia. Tapiiiiii...klo udah suami-istri. Makanya tar klo udah SAH..SAH..SAH..maen kitik-kitikan mpe jumpalitan mpe tetangga-tetangga pada penasaran (oopps..jgn mpe tetangga denger..maluu kan..xixixixi) juga bukan perbuatan yang sia-sia.
4. Bersetubuh dengan istri termasuk sedekah
Pernah ada beberapa shahabat Nabi SAW berkata kepada beliau, "Wahai Rasulullah, orang-orang kaya telah memborong pahala. Mereka bisa shalat sebagaimana kami shalat; mereka bisa berpuasa sebagaimana kami berpuasa; bahkan mereka bisa bersedekah dengan kelebihan harta mereka." Beliau bersabda, "Bukankah Allah telah memberikan kepada kalian sesuatu yang bisa kalian sedekahkan? Pada tiap-tiap ucapan tasbih terdapat sedekah; (pada tiap-tiap ucapan takbir terdapat sedekah; pada tiap-tiap ucapan tahlil terdapat sedekah; pada tiap-tiap ucapan tahmid terdapat sedekah);
memerintahkan perbuatan baik adalah sedekah; mencegah perbuatan munkar adalah sedekah; dan kalian bersetubuh dengan istri pun sedekah." Mereka bertanya, "Wahai Rasulullah, kok bisa salah seorang dari kami melampiaskan syahwatnya akan mendapatkan pahala?" Beliau menjawab, "Bagaimana menurut kalian bila nafsu syahwatnya itu dia salurkan pada tempat yang haram, apakah dia akan mendapatkan dosa dengan sebab perbuatannya itu?" (Mereka menjawab, "Ya, tentu." Beliau bersabda,) "Demikian pula bila dia salurkan syahwatnya itu pada tempat yang halal, dia pun akan mendapatkan pahala." (Beliau kemudian menyebutkan beberapa hal lagi yang beliau padankan masing-masingnya dengan sebuah sedekah, lalu beliau bersabda, "Semua itu bisa digantikan cukup dengan shalat dua raka'at Dhuha.") (Buku Adab Az Zifaf Al Albani hal 125).
Hayooo...panjang kan!? Nah, baca dech baik-baik!! Hidup berkeluarga ternyata bisa mendatangkan banyak pahala kan. Subhannallah...Allahu AKbar..
5. Pahala untuk sang pemberi contoh yang baik
"Siapa saja yang pertama memberi contoh perilaku yang baik dalam Islam, maka ia mendapatkan pahala kebaikannya dan mendapatkan pahala orang-orang yang meniru perbuatannya itu tanpa dikurangi sedikit pun. Dan barang siapa yang pertama memberi contoh perilaku jelek dalam Islam, maka ia mendapatkan dosa kejahatan itu dan mendapatkan dosa orang yang meniru perbuatannya tanpa dikurangi sedikit pun." (HR. Muslim, Buku Riyadush Shalihin Bab Orang yang pertama kali melakukan kebaikan atau kejahatan.)
Coba direnungkan, bayangkan..kelak kalo sudah berkeluarga seorang suami Insyaallah akan menjadi Imam yang baik untuk istri dan anak-anaknya yang unyu-unyu :p. Truz, seorang istri bisa memberi contoh perbuatan baik ke suami dan anak-anaknya. Palagi seorang istri nantinya pasti bakalan lebih sering bersama anaknya ketimbang suami. Nah, dari hal itu Allah menjanjikan pahala untuk orang-orang yang berbuat baik. Amiin..Insyaallah kita masuk dalam golongan orang-orang yang baik.
6. Saling menasehati
Menasehati pasangan itu adalah hal yang baik, jika yang nasehat itu tidak melenceng dari ketetapan agama dan keyakinan. Ketika kita sudah memutuskan untuk menikah, kita harus terima segala nasehat pasangan, entah itu dengan cara lembut atau mengkritik sekalipun. Kan semuanya untuk kebaikan bersama.
7. Dakwah untuk orang yang dicintai
Menikah bisa jadi sarana dakwah untuk pasangan kita. Makanya itu banyak artis sekarang nikah ma ustadz. Hehe..ngaruh ga sih?? Masing-masing bisa saling sharing untuk segala hal yang baik. Yang harus dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan. Semoga semua yang dilakukan di dunia bisa kita tuai hasilnya kelak di akhirat.
8. Seorang suami memberikan nafkah, makan, minum, dan pakaian kepada
istrinya dan keluarganya akan terhitung sedekah yang paling utama. Dan akan
diganti oleh Allah, ini janji Allah.
Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata: Rasulullah SAW, bersabda: "Satu dinar yang kamu nafkahkan di jalan Allah, satu dinar yang kamu nafkahkan untuk memerdekakan budak, satu dinar yang kamu berikan kepada orang miskin dan satu dinar yang kamu nafkahkan kepada keluargamu, maka yang paling besar pahalanya yaitu satu dinar yang kamu nafkahkan kepada keluargamu." (HR Muslim, Buku Riyadush Shalihin Bab Memberi nafkah terhadap keluarga).
Dari Abu Abdullah (Abu Abdurrahman) Tsauban bin Bujdud., ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: "Dinar yang paling utama adalah dinar yang dinafkahkan seseorang kepada keluarganya, dinar yang dinafkahkan untuk kendaraan di jalan Allah, dan dinar yang dinafkahkan untuk membantu teman seperjuangan di jalan Allah." (HR. Muslim, Buku Riyadush Shalihin Bab Memberi nafkah terhadap keluarga).
Muawiyah bin Haidah RA., pernah bertanya kepada Rasulullah SAW: 'Wahai Rasulullah, apa hak istri terhadap salah seorang di antara kami?" Beliau menjawab dengan bersabda, "Berilah makan bila kamu makan dan berilah pakaian bila kamu berpakaian. Janganlah kamu menjelekkan wajahnya, janganlah kamu memukulnya, dan janganlah kamu memisahkannya kecuali di dalam rumah. Bagaimana kamu akan berbuat begitu terhadapnya, sementara sebagian dari kamu telah bergaul dengan mereka, kecuali kalau hal itu telah dihalalkan terhadap mereka." (Adab Az Zifaf Syaikh Albani hal 249).
Dari Sa'ad bin Abi Waqqash RA., dalam hadits yang panjang yang kami tulis pada bab niat, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda kepadanya: "Sesungguhnya apa saja yang kamu nafkahkan dengan maksud kamu mencari keridhaan Allah, niscaya kamu akan diberi pahala sampai apa saja yang kamu sediakan untuk istrimu." (HR. Bukhari dan Muslim, Buku Riyadush Shalihin Bab Memberi nafkah terhadap keluarga)
Dari Abdullah bin Amr bin 'Ash ra., ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: "Seseorang cukup dianggap berdosa apabila ia menyianyiaka orang yang harus diberi belanja." (HR. Bukhari dan Muslim, Buku Riyadush Shalihin Bab Memberi nafkah terhadap keluarga).
Dan akan diganti oleh Allah, ini janji Allah...
"Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan maka Allah akan menggantinya."
(Saba': 39).
Dari Abu Hurairah RA, ia berkata: Nabi SAW bersabda: "Setiap pagi ada dua malaikat yang datang kepada seseorang, yang satu berdoa: "Ya Allah, berikanlah ganti kepada orang yang menafkahkan hartanya." Dan yang lain berdoa: "Ya Allah, binasakanlah harta orang yang kikir." (HR. Bukhari dan Muslim, Buku Riyadush Shalihin Bab Memberi nafkah terhadap keluarga).
Ingat ya..wahai para suami / calon suami..menafkahi keluarga adalah kewajiban. Dan Allah akan menggantinya..itu Janji Allah..
Janji Allah berupa pertolongan-Nya bagi mereka yang menikah.
1. Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (Pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. (An Nur: 32)
2. Ada tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka, yaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya. (HR. Ahmad 2: 251, Nasaiy, Tirmidzi, Ibnu Majah hadits no. 2518, dan Hakim 2: 160)
Hayoo...siapa yang ga menikah kalo udah baca ini. Aku mau..aku mau..lamar aku dunk sayang (poke akmal :p). Semoga ya kita bisa membina keluarga yang SAMARA. Insyaallah...kita semua bisa menjalankan ibadah ini. Dan kita masuk dalam golongan orang-orang yang dicintai Allah.
Rockin' n' Lovin
_inirini punya_akmal ♥
sumber : old.nabble.com
dengan beberapa modifikasi :p
No comments:
Post a Comment